Waspada!!! 23 Sakit Pinggang Sebelah Kiri

Sakit Pinggang Sebelah Kiri - Hampir setiap hari di berbagai rumah sakit kita akan dapat menjumpai pasien dengan keluhan sakit pinggang, keluhannya pun beraneka macam ada yang sakit pinggang samping kanan, pas di tengah-tengah, dan ada yang sakit pinggang di sebelah kiri. Semua pada bertanya ‘apa penyebab sakit pinggang yang saya alami dok, apakah berbahaya dan adakah obat yang manjur dok?’. Melalui blog ini saya akan berusaha menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut, khususnya tentang sakit pinggang sebelah kiri karena sakit pinggang jenis ini akan lebih sering kita jumpai dari pada sakit pinggang sebelah kanan serta sakit pinggang lainnya.

[caption id="attachment_1816" align="aligncenter" width="300"]Sakit Pinggang Sebelah Kiri Sakit Pinggang Sebelah Kiri[/caption]

Keluhan sakit pinggang umumnya bervariasi serta sering kali disertai keluhan lainnya, seperti sakit pinggang sebelah kiri yang menjalar sampai ke paha dan kaki, yang mana biasanya juga disertai rasa panas, dan kesemutan. Di samping itu ada juga sakit pinggang yang disertai sakit perut, sakit saat kencing, bahkan ada pula yang sampai mengalami demam. Semua gejala yang dialami itu akan dapat menunjukkan letak kelainan dan penyebab nyeri pinggang.

Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kiri.


Ada banyak kemungkinan penyebab keluhan pinggang kiri, mengingat pinggang sebelah kiri terdiri dari beberapa jaringan dan organ, dimana setiap bagian yang mengalami peradangan, cedera, atau infeksi masing-masing dapat menimbulkan rasa sakit. Berikut rangkuman penyebab sakit pinggang sebelah kiri yang sering dijumpai.

  • Strain.


Strain artinya adalah ketegangan, cedera, atau keseleo pada alat gerak. Sekelompok otot dan ligamen sepanjang tulang belakang mempunyai fungsi memberikan dukungan dan gerakan pada pinggang. Apabila ia mengalami ketegangan otot, cedera, dan keseleo karena sesuatu hal maka dapat menimbulkan rasa sakit.

Strain pada pinggang ini memliki gejala berupa nyeri yang akan memperburuk gerakan, menimbulkan batuk dan bersin. Nyeri ini biasanya terlokalisir pada pinggang yang terkena saja.

Jika Anda mengalami keluhan ini, maka langkah pertama yang mesti Anda lakukan adalah istirahat. Adapun pengobatan strain dapat dilakukan dengan cara mengkompres menggunakan es selama 20 menit beberapa kali dalam sehari. Obat penghilang rasa nyeri/analgetik seperti naproxen, ibuprofen dan acetaminofen dapat juga digunakan untuk membantu meringankan rasa sakit.

  • Herniated disc dan skiatika.


Di antara tulang-tulang belakang kita ada organ yang biasa disebut disc atau diskus yang berguna memberikan bantalan. Seiring waktu diskus ini bisa mengalami aus, menyusut, dan bahkan pecah. Ketika terjadi herniated disc, maka diskus dipaksa keluar dari posisi normal/menonjol sehingga berakibat penekanan pada saraf yang berdekatan yang ada pada pinggang sebelah kiri. Sedangkan saraf sendiri merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif terhadap tekanan sehingga akhirnya timbullah rasa sakit ini.

Ketika disk di punggung bawah menekan saraf sciatic maka inilah yang sering dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit/stacia. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di pinggul, bawah pantat, dan menjalar ke paha hingga kaki, bahkan terkadang timbul mati rasa serta kesemutan yang sangat menyiksa.

Pengobatan nyeri punggung bawah akibat herniated disc ini dapat dimulai dengan cara melakukan pendekatan konservatif, yaitu melakukan terapi fisik, pemakaian obat penghilang rasa sakit dan memodifikasi kegiatan sehari-hari guna mengurangi nyeri. Jika seseorang sampai mengalami mati rasa/kehilangan kekuatan, maka salah satu pengobatan yang dianjurkan adalah suntikan kortikosteroid.

Bagi umumnya pasien yang mengalami sakit pinggang yang disebabkan herniated disc dengan sendirinya akan sembuh seiring berjalannya waktu. Tujuan utama pengobatan awal adalah untuk mengurangi rasa sakit serta mengembalikan fungsi normal sehari-hari. Pembedahan umumnya sebagai jalan terakhir yang diperlukan jika mati rasa/kehilangan kekuatan tidak teratasi dengan terapi konservatif.

  • Infeksi ginjal


Infeksi ginjal dapat juga menyebabkan nyeri pinggang cukup serius. Infeksi umumnya dimulai dari kandung kemih kemudian akan menjalar ke ginjal sehingga ginjal juga akan mengalami peradangan yang tentunya akan menimbulkan rasa sakit pula pada pinggang sebelah kiri jika ginjal yang terkena adalah sebelah kiri. Demam dan mual juga mungkin akan timbul sebagai efek samping infeksi ginjal. Rasa sakit yang terasa yaitu pada daerah panggul sepanjang tulang belakang dan di atas pinggul. Rasa sakit juga mungkin akan memburuk karena adanya tekanan pada pinggang. Infeksi ginjal ini haruslah diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan terapi antibiotik. Bahkan, terkadang rawat inap juga diperlukan untuk mendapatkan terapi antibiotik intravena melalui infus.

Infeksi ginjal yang sembuh juga dapat terulang kembali dan menjadi lebih kronis. Hal ini dapat terjadi karena kondisi medis atau masalah anatomi saluran kemih pasien.

  • Batu ginjal.


Batu ginjal dapat menyebabkan keluhan sakit secara tiba-tiba yang luar biasa. Pasien umumnya mengatakan baru sekali ini merasakan sakit yang sungguh berbeda. Selain sakit pinggang, rasa sakit dapat menuju ke sekitar perut bagian bawah dan turun ke pangkal paha. Biasanya penderita akan merasakan sensasi ingin buang air kecil. Darah mungkin akan muncul dalam urin sebagai akibat dari goresan batu yang bergerak di saluran kemih. Jika beruntung pasien tersebut juga akan menjumpai adanya batu yang keluar bersama keluarnya urin.

Menghilangkan rasa sakit merupakan pengobatan awal yang dibutuhkan. Kombinasi anti peradangan dan obat penghilang rasa sakit golongan narkotika sering dipergunakan. Hidrasi adalah kunci utamnya, yaitu minum banyak air dan menghindari dehidrasi dapat membantu mengusir batu ginjal dan mencegahnya datang kembali. Namun batu ginjal yang telah membesar bisa terjebak serta tidak dapat keluar dengan sendirinya. Dalam hal ini dibutuhkankan berbagai upaya medis untuk mengeluarkannya. Dokter spesialis/ahli urologi dapat menentukan perawatan terbaik. Pilihan terapinya antara lain operasi pengangkatan batu, atau penggunaan gelombang suara/lithotripsy yang berguna untuk memecah batu menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sehingga dapat keluar saat kencing.

  • Stenosis spinal.


Adalah sebuah kondisi dimana kanal/terowongan tulang belakang mulai menyempit sehingga mengganggu sumsum tulang belakang. Proses ini umum terjadi pada orang tua sebagai dampak dari herniasi, arthritis, dan pembentukan taji tulang. Beberapa gejala yang terjadi yaitu mati rasa, sakit punggung, kelemahan atau hilangnya kekuatan.

Perawatan awal untuk stenosis tulang belakang sama dengan manajemen herniated disc. Kontrol nyeri dapat dicapai dengan menggunakan relaxers otot, obat non-steroid, anti depresan dan obat-obatan narkotika. Terapi fisik bisa membantu mempertahankan kekuatan dan mobilitas serta meningkatkan keseimbangan.

Suntikan steroid dapat membantu meringankan dalam waktu jangka panjang, tetapi terkadang diperlukan juga tindakan operasi.

  • Kista ovarium.


Kista dapat terbentuk di ovarium wanita/kista ovarium. Terkadang kista juga dapat menimbulkan rasa sakit pada perut bawah sebelah kiri atau kanan dan bahkan dapat menjalar sampai ke pingang sebelah kiri atau kanan tergantung ovarium mana yang terkena.

  • Kemungkinan penyebab lainnya.


Berbagai kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan sakit pinggang sebelah kiri, periksakan diri Anda ke dokter agar dapat memilah-milah penyebabnya. Contohnya termasuk: masalah pencernaan seperti iritasi usus, tumor fibroid, penyakit ulkus peptikum/tukak lambung dan peradangan pankreas. Dalam penentuan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukan.

Kapan Harus Periksa Ke Dokter?


Sakit pinggang sebelah kiri bisa menjadi indikasi kondisi medis yang serius dan berpotensi mengancam nyawa. Oleh karena itu secepatnyalah cari bantuan medis, jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Sakit perut yang tiba-tiba dan parah.

  • Tubuh lemah, dan demam menggigil.

  • Mengalami penurunan berat badan atau berkeringat malam.

  • Kesulitan waktu berak dan kencing.