6 Cara Diet Populer 2016 yang Bisa Kamu Pilih dan Coba Lakukan!

6 Cara Diet Populer 2016 yang Bisa Kamu Pilih dan Coba Lakukan!


Apakah kamu sedang merencanakan untuk melakukan diet di tahun 2016 ini? Meski awal tahun sudah lewat, tapi keinginan kamu untuk berdiet tidaklah terlambat. Lebih baik memulai sekarang daripada tidak melakukannya sama sekali. Ketika merencanakan diet kamu harus menentukkan pola atau cara diet apa yang akan kamu lakukan. Ada baiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter gizi atau dietitian untuk mengetahui cara diet apa yang cocok untuk kamu.

Selain berkonsultasi dengan dokter gizi, kamu juga dapat mencari sendiri berbagai macam informasi mengenai cara-cara berdiet. Ada 6 cara diet yang populer di tahun 2016 ini yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kamu pilih dan coba lakukan. Yuk, simak satu per satu!

1. Hilangkan racun dengan diet detox

[caption id="attachment_2738" align="aligncenter" width="300"]Hilangkan racun dengan diet detox Diet detox via bbcgoodfood.com[/caption]

Kamu bisa mencoba untuk melakukan diet detox. Diet ini sebenarnya sudah cukup populer beberapa tahun yang lalu. Diet ini mempunyai tujuan untuk membuang dan menghilangkan racun yang ada di dalam tubuhmu. Dengan begitu proses pencernaan dan metabolisme tubuhmu akan menjadi semakin baik.

Diet ini kadang juga dianggap sebagai cara yang cepat untuk menurunkan berat badan. Namun, ada baiknya kamu tidak beranggapan seperti itu karena diet selalu membutuhkan proses yang berkelanjutan jika ingin mendapatkan hasil yang sempurna.

Jika kamu ingin melakukan diet ini kamu harus mengonsumsi sayuran mentah, buah-buahan, air, jus, dan berpuasa. Sebisa mungkin pilihlah sayuran yang organik sehingga tidak memiliki kandungan kimia yang dapat membahayakan tubuh.

2. Makan lebih banyak protein dengan diet protein tinggi

[caption id="attachment_2739" align="aligncenter" width="300"]Makan lebih banyak protein dengan diet protein tinggi Diet protein tinggi via rivertea.com[/caption]

Untuk melakukan diet protein tinggi ini, kamu harus mengurangi asupan karbohidrat dan meningkatkan jumlah asupan protein. Sebagai contoh, kamu mengurangi setengah karbohidrat yang akan kamu konsumsi dan menggantinya dengan jumlah porsi protein sebanyak dua kali lipat. Dengan menjaga asupan karbohidrat dan lemak kamu akan menjadi lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

Ada cara penghitungan agar kamu dapat menentukkan jumlah protein yang tepat untuk kamu konsumsi. Caranya kalikan berat badan kamu yang sudah diubah dalam satuan pon dengan 0,36. Hasil dari penghitungan ini adalah jumlah protein yang dibutuhkan. Kemudian untuk menjalankan diet protein tinggi, kamu harus melipatgandakan jumlah protein tersebut, maka itulah jumlah protein yang harus kamu konsumsi.

Jangan lupa juga untuk mengganti karbohidrat yang biasa kamu konsumsi menjadi karbohidrat yang memiliki kadar kalori yang rendah.

3. Buat dirimu lebih sehat lakukan diet eliminasi

[caption id="attachment_2740" align="aligncenter" width="300"]Buat dirimu lebih sehat lakukan diet eliminasi Diet eliminasi via gloriousgut.com[/caption]

Jika kamu melakukan diet eliminasi ini, kamu dapat mengetahui apa penyebab permasalahan kesehatan yang kamu miliki. Untuk melakukan diet eliminasi ini, kamu dapat membuat daftar apa saja keluhan yang kamu rasakan di dalam tubuhmu. Apakah kamu berjerawat, apakah kamu memiliki alergi, atau apakah kamu sering mengalami susah buang air besar. Tulis semua di dalam daftar yang kamu buat.

Formula yang biasanya dilakukan untuk diet eliminasi ini adalah tidak mengonsumsi gluten, tidak mengonsumsi produk olahan susu, tidak mengonsumsi olahan kacang kedelai, tidak mengonsumsi telur, tidak mengonsumsi makanan cepat saji, dan jika kamu biasa minum alkohol, maka harus dihentikan juga. Lakukan semua ini dalam jangka waktu selama 23 hari. Setelah 23 hari kamu baru akan melihat hasil dari diet eliminasi yang dijalani.

Selama menjalani diet ini kamu dapat mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan segar, kerang-kerangan, kacang lentil, kacang, rumput laut, dan alpukat. Kamu juga dapat menggunakan minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak bunga matahari sebagai sumber lemak yang menyehatkan. Pastikan juga semua yang kamu konsumsi ini organik dan bebas bahan kimia.

4. Cegah penyakit berbahaya dengan diet mediterania

[caption id="attachment_2741" align="aligncenter" width="300"]Cegah penyakit berbahaya dengan diet mediterania Piramida diet mediterania via unitypoint.org[/caption]

Diet mediterania ini tidak hanya akan membuat tubuhmu menjadi langsing, tapi juga membantu untuk mencegah dan menurunakn risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan parkinson. Selain itu, diet ini juga dapat memperlambat kepikunan yang dapat menyerang di saat tua. Diet ini juga tidak hanya dapat kamu lakukan sendiri saja, tapi juga cocok untuk dilakukan bersama keluargamu.

Untuk menjalankan diet mediterania ini kamu dapat mengikuti petunjuk yang ada di gambar tersebut. Seperti kurangi mengonsumsi daging merah dan makanan yang manis, perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan gandum. Kamu juga masih bisa mengonsumsi telur, daging ayam, keju, dan yogurt dengan porsi yang secukupnya. Dan yang tidak kalah penting adalah jangan lupa untuk selalu aktif beraktivitas karena hal ini akan membantumu untuk membakar kalori sekaligus menikmati hidup.

Diet mediterania ini sangat identik dengan sayur-sayuran dan minyak zaitun yang mengandung lemak yang menyehatkan.

5. Diet probiotik yang menyehatkan pencernaan

[caption id="attachment_2742" align="aligncenter" width="300"]Diet probiotik yang menyehatkan pencernaan Diet probiotik via ecowatch.com[/caption]

Saat ini cukup banyak orang yang mulai melakukan diet probiotik. Kamu juga mulai bisa untuk ikut mempraktikkan diet ini. Diet probiotik ini berkonsentrasi pada kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik.

Para peneliti mengatakan dengan jumlah bakteri baik yang seimbang di dalam tubuh ini akan dapat membantu mengatur berat badan dan juga mencegah berbagai macam penyakit. Diet ini semakin populer karena orang-orang mulai memerhatikan soal kesehatan usus dan pencernaan mereka.

Jenis makanan atau minuman yang disarankan untuk dikonsumsi untuk diet ini adalah makanan atau minuman yang sudah melewati proses fermentasi. Kamu dapat mengonsumsi yogurt, kimchi, kefir, kombucha, sauerkraut, miso, dan tempe.

6. Konsumsi banyak sayuran dengan diet vegetarian

[caption id="attachment_2743" align="aligncenter" width="300"]Konsumsi banyak sayuran dengan diet vegetarian Diet vegetarian via abcnew.go.com[/caption]

Diet vegetarian mengajak kamu untuk lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran dibandingkan daging merah, produk olahan susu, telur, ikan, dan daging ayam. Diet vegetarian ini menghindari makanan yang mengandung kalori yang tinggi, lemak yang tinggi, kadar gula yang tinggi, dan kadar sodium yang tinggi. Diet ini juga mempunyai manfaat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Ada beberapa jenis diet vegetarian yaitu lacto vegetarian yang masih mengonsumsi produk olahan susu, ovo vegetarian yang masih boleh mengonsumsi telur, lacto ovo vegetarian yang masih membolehkan produk olahan susu dan telur. Kemudian pescatarian yang masih boleh mengonsumsi ikan, pollotarian yang masih mengonsumsi daging unggas, dan vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi daging merah, produk olahan susu, telur, ikan, daging unggas, dan semua makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut.

Sekarang kamu tinggal menentukkan diet mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhanmu. Pertimbangkan juga kemampuanmu saat menjalankan diet. Sebaiknya jangan langsung mencoba untuk melakukan diet yang agak sulit, mulailah dari yang mudah karena kamu membutuhkan penyesuaian terlebih dahulu.

Selamat mencoba dan berdiet ya!